Category Archives: keimanan

Sekelumit Tentang Syurga Dan Neraka

image

SYURGA

Nilai dunia dibanding syurga
Firman Allah SWT dalam Surah An-Nisa’ : 77 yang artinya : “Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertaqwa dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun.
Rasulullah SAW bersabda : “Tidaklah dunia ini dibanding kenikmatan akhirat kecuali seperti salah seorang diantaramu yang mencelupkan jarinya ke dalam air laut, maka lihatlah berapa banyak air yang ada di jarinya.” (HR. Muslim).

Keindahannya
Rasulullah SAW pernah menjelaskan keindahan syurga diantaranya adalah : “Batu batanya dari emas dan perak, perekat (batu-batu) nya berupa misik harum, kerikilnya berupa permata dan yakut dan tanahnya dari za’faran. Barangsiapa memasukinya akan mendapatkan kenikmatan dan tidak pernah celaka, kekal tidak mati, pakaiannya tidak akan usang dan selalu awet muda.” (Hadits shahih riwayat Ahmad, dan Tirmidzi).
Baca lebih lanjut

Iklan

2 Komentar

Filed under keimanan

Iman Kepada Allah SWT

image
Adanya alam semesta ini merupakan bukti bahwa Allah SWT. Tuhan Yang Maha Kuasa. Tuhan yang menciptakan alam semesta dan yang mengaturnya. Tidak ada Tuhan selain Allah SWT yang wajib disembah.

Umat islam meyakini adanya Allah SWT dan mengetahui sifat-sifatnya, agar menjadi mukmin sejati. Dengan modal iman inilah kita akan menjalankan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya.

  1. A.   Pengertian Iman Kepada Allah SWT

Iman menurut bahasa artinya percaya atau yakin terhadap sesuatu. Iman menurut istilah adalah pengakuan di dalam hati, diucapkan dengan lisan dan dikerjakan dengan anggota badan. Hal ini sesuai Hadist Nabi Muhammad SAW yang berbunyi :

الايمان معرفة بالقلب و قول باللسا ن و عمل بالاركان (رواه الطبران)

Artinya : “Iman adalah pengakuan dengan hati, pengucapan dengan lisan, dan pengamalan dengan anggota badan.”(HR Thabrani)

Baca lebih lanjut

5 Komentar

Filed under keimanan

IMAN KEPADA RASUL ALLAH SWT

image

Standar Kompetensi

11. Meningkatkan keimanan kepada Rasul Allah

Kompetensi Dasar

11.1. Menjelaskan pengertian beriman kepada Rasul Allah

11.2. Menyebutkan nama dan sifat-sifat Rasul Allah

11.3. Meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW

A.Pengertian Iman kepada Rasul Allah SWT

Iman kepada rasul berarti meyakini bahwa rasul itu benar benar utusan Allah SWT yang di tugaskan untuk membimbing umatnya ke jalan yang benar agar selamat di dunia dan akhirat.

Pengertian rasul dan nabi berbeda. Rasul adalah manusia pilihan yang diberi wahyu oleh Allah SWT untuk dirinya sendiri dan mempunyai kewajiban untuk menyampaikan kepada umatnya. Nabi adalah manusia pilihan yang di beri wahyu oleh Allah SWT untuk dirinya sendiri tetapi tidak wajib menyampaikan pada umatnya. Dengan demikian seorang rasul pasti nabi tetapi nabi belum tentu rasul. Meskipun demikian kita wajib meyakini keduanya.

Baca lebih lanjut

11 Komentar

Filed under keimanan

Iman Kepada Kitab-kitab Allah SWT

1. Pengertian Iman kepada Kitab-kitab Allah SWT.

a. Pengertian Iman

Menurut bahasa, iman berasal dari bahasa Arab yaitu أَمَنَ- يُؤْمِنُ- إِيْمَان artinya “membenarkan”. Sedangkan menurut istilah, iman ialah kepercayaan dalam hati, meyakini dan membenarkan adanya Tuhan dan membenarkan semua yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.

b. Pengertian Kitab-Kitab Allah swt.

Kitab Allah ialah wahyu Allah SWT yang disampaikan kepada para Rasul untuk diajarkan kepada umat manusia sebagai petunjuk dan pedoman hidup.Tujuan Allah menurunkan kitab-kitab itu agar digunakan sebagai pedoman hidup bagi seluruh manusia menuju jalan hidup yang benar dan diridhai-Nya

Jadi, iman kepada kitab-kitab Allah SWT adalah mempercayai dan meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT. telah menurunkan kitab-kitab-Nya kepada rasul yang berisi wahyu untuk disampaikan dan diajarkan kepada umat manusia.

2. Suhuf

Selain kitab-kitab, di dalam al-Quran disebutkan adanya Suhuf atau Sahifah (halaman), yang berjumlah seratus Sahifah. Suhuf adalah firman Allah swt. yang diturunkan kepada para Nabi atau rasul-Nya yang berisi hukum-hukum dasar sebagai petunjuk dan pedoman dalam menjalankan agama-Nya. Sahifah ini diberikan Allah SWT kepada tiga orang Nabi-Nya, masing-masing dengan rincian sebagai berikut:

– 60 Sahifah kepada nabi Syits a.s.

– 30 Sahifah kepada nabi Ibrahim a.s.

– 10 Sahifah kepada nabi Musa a.s.

Baca lebih lanjut

33 Komentar

Filed under keimanan

Iman Kepada Qadha’ Dan Qadar

Bila kamu mengamati orang-orang dan teman-teman di sekelilingmu, maka akan terlihat bahwa Allah SWT telah menciptakan setiap manusia dalam keadaan yang tidak sama antara yang satu dengan yang lain. Ada yang laki-laki dan ada pula yang perempuan, ada yang tampan dan ada yang kurang tampan, ada yang cantik dan ada pula yang kurang cantik. Ada yang berambut pirang, berambut hitam, ada yang berambut lurus, dan ada pula yang keriting. Ada yang berkulit putih, sawo matang, dan ada yang berkulit hitam. Ada sangat cerdas dan ada pula orang yang idiot. Seseorang tidak pernah meminta dilahirkan untuk menjadi bangsa Indonesia, bangsa Malaysia, Cina, Arab, Amerika, atau bangsa manapun. Semua itu merupakan ketetapan penciptaan Allah SWT yang sering kita sebut dengan takdir.

Bagaimana manusia menyikapi takdir Allah SWT tersebut ? Untuk lebih memahaminya simaklah pembahasan mengenai iman kepada Qadha dan Qadar berikut ini !

A. Ciri Beriman Kepada Qadha dan Qadar.

Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang dihadapkan kepada kenyataan hidup yang dialaminya. Kenyataan itu kadang ada yang berbentuk positif dan terkadang negatif, seperti :

• ada yang memuaskan ada yang tidak,

• ada yang menyenangkan ada yang menyusahkan,

• ada yang menurut kita baik ada yang buruk, dan sebagainya.

Bagi orang yang beriman kepada qadha dan qadar, apapun kenyataan dan peristiwa yang dialaminya, akan ditanggapi dan diterima secara positif. Sebaliknya, bagi orang yang tidak beriman kepada qadha dan qadar, kenyataan apapun yang diterima ditanggapi dan diterima secara negatif.

Contoh :

• Orang beriman yang tertimpa musibah menanggapi kenyataan ini dengan kesabaran dan ketabahan. Kesabaran dan ketabahan merupakan sika positif yang dinilai Allah SWt dengan pahala. Jadi, selama dia sabar dan tabah, selama itu pula pahalanya terus mengalir.

• Orang beriman ketika mendapatkan keberuntungan besar bersyukur dan merasa bahwa semua itu karunia dari Allah SWT. Untuk itu ia ingin berbagi kepada orang lain dengan menafkahkan sebagian keuntungannya tersebut.

• Orang yang tidak beriman ketika mendapat musibah merasa bahwa dirinya tidak berguna lagi. Dia merasa putus asa dan akhirnya melampiaskannya dengan berbagai macam perbuatan yang merusak, seperti melamun, merokok, mengkonsumsi narkoba, bahkan ada yang bunuh diri.

• Orang yang tidak beriman ketika mendapat keuntungan bisnis yang berlimpah malah menggunakannya untuk berfoya-foya. Dia merasa bahwa yang didapatnya itu semata-mata merupakan prestasi yang harus diraakan dan dia berhak dan bebas menggunakan sesuka hatinya.

Dengan memahami contoh-contoh tersebut, yakinkah kamu bahwa beriman kepada qadha dan qadar mempunyai peranan penting dalam kehidupan? Kalau yakin, tentu kamu ingin meningkatkan keimananmu kepada qadha dan qadar. Bagaimana ciri-ciri orang yang beriman kepada qadha dan qadar? Berikut ini merupakan ciri orang yang beriman kepada qadha dan qadar.

Baca lebih lanjut

5 Komentar

Filed under keimanan

ASMAUL HUSNA

image Semua yang ada di alam ini merupakan ciptaan (makhluk) Allah SWT. Allah SWT mempunyai sifat-sifat yang agung, mulia, dan besar yang tidak terdapat pada semua rnakhluk-Nya. Oleh karena itu, semua makhluk-Nya harus menyembah kepada-Nya. Namun. sifat-sifatAllah SWT tersebut tidak hanya tergambar dalam sifat wajib-Nya, melainkan juga dari namanamabaik yang menyertai-Nya (AsmaHusna). Apa yang dimaksud AsmaulpHusna dan bagaimana cara mengetahuinya? Ditinjau dari makna katanya asma/ism adalah nama, sedangkan husna adalah baik. Jadi Asmaul Husna merupakan sebutan atau nama-nama Allah SWT yang baik. nama-nama baik bagi Allah SWT berjumlah 99 nama. Kita dapat mengetahui nama-nama Allah SWT tersebut dari Alquran. Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa sebenarnya Allah SWT sendirilah yang membuat nama-nama itu untuk diri-Nya. Firman Allah SWT dalam QS Al Hasyr ayat 24 :
Artinya : “Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di
langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
(QS. Al Hasyr :24)
Apabila seseorang menyatakan diri mencintai Allah SWT, maka hal ini bisa dibuktikan dari seberapa sering ia menyebut nama-Nya. Menyebut Allah SWT dapat dilakukan dengan menyebut kalimat¬kalimat tayyibah atau menyebut nama-nama Allah SWT dalam Asmaul Husna. Keduanya merupakan proses zikir (mengingat) kepada Allah SWT. Firman Allah SWT dalam Alquran:
Artinya : “Hanya milik Allah asma-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al A’raf : 180)
Baca lebih lanjut

5 Komentar

Filed under keimanan

Iman Kepada Malaikat

Standar Kompetensi

(Aqidah)

: 10. Meningkatkan Keimanan kepada Malaikat
Kompetensi Dasar : 10.1 Menjelaskan arti beriman kepada Malaikat

10.2 Menjelaskan tugas-tugas Malaikat

Indikator : 10.1.1 Menjelaskan pengertian malaikat Allah

10.2.1 Menyebutkan dalil naqli dan aqli tentang malaikat  Allah

10.3.1 Menjelaskan perbedaan malaikat, jin, syetan, dan iblis

10.4.1 Menjelaskan arti beriman kepada malaikat Allah

10.2.1 Menjelaskan jumlah dan nama-nama malaikat Allah

10.2.2 Menjelaskan tugas-tugas malaikat Allah

10.2.3 Menjelaskan keterkaitan tugas malaikat Allah dengan perbuatan manusia

Materi Ajar:

Iman kepada Malaikat Allah SWT

1. Pengertian beriman kepada malaikat Allah

Iman kepada malaikat berarti mempercayai adanya malaikat Allah yang mempunyai tugas untuk melaksanakan segala perintah-Nya.

2. Dalil naqli tentang malaikat Allah

Dan kepunyaan-Nyalah segala yang di langit dan di bumi. dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih.

Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.’

(QS. Al-Anbiya: 19-20)

3. Perbedaan malaikat, jin, syetan, dan iblis

Malaikat

Jin

Syetan

Iblis

Makhluq yang selalu taat kepada Allah Ada yang taat dan ada yang tidak Tidak taat dan membangkang kepada Allah Iblis adalah nenek moyang dari syetan, yang Allah usir dari surga. Sifat-sifat Iblis sama dengan syetan.
Berbuat kebajikan, beribadah kepada Allah Ada yang beribadah dan beriman, ada juga yang kufur Kufur, mengajak berbuat dosa dan melanggar perintah Allah
Diciptakan dari Nur (cahaya) Diciptakan dari api Diciptakan dari api
Tidak makan-minum, tidak tidur, tidak beranak Makan-minum, tidur, dan beranak Makan-minum, tidur, dan beranak

4. Jumlah dan nama-nama malaikat Allah serta tugas-tugasnya

Hanya Allah yang tahu jumlah seluruh malaikat. Namun, yang wajib kita ketahui seperti yang diterangakan dalam Al-Qur’an dan Hadits ada sepuluh, sbb:

1) Jibril, bertugas menyampaikan wahyu kepada para Nabi dan Rasul.

2) Mikail, bertugas membagi rezeki kepada seluruh makhluq.

3) Israfil, bertugas meniup sangkakala (terompet) atas perintah Allah.

4) Izrail, bertugas mencabut nyawa makhluq Allah.

5) Munkar, bertugas menanyakan dan memeriksa amal manusia di alam kubur.

6) Nakir, bertugas menanyakan dan memeriksa amal manusia di alam kubur.

7) Raqib, bertugas mencatat semua amal perbuatan manusia yang baik.

8.) Atid, bertugas mencatat semua amal perbuatan manusia yang buruk.

9) Malik, bertugas menjaga neraka.

10) Ridwan, bertugas menjaga surga.

14 Komentar

Filed under keimanan