Memahami hukum Islam ‎tentang hewan sebagai ‎sumber bahan makanan.

image

Allah swt.memberikan banyak sekali nikmat dan karunia-nya kepada manusia,baik yang ada di darat,lautan,maupun di dalm tanah.tumbuh-tumbuhan,hewan diciptakan hanya untuk kebutuhan manusia.secara kesimpulan allah menciptakan segalanya hanya untuk kebutuhan manusia.

Pada umumnya semua jenis binatang yang dapat di konsumsi adalah halal,kecuali beberapa saja yang di haramkan,terkadang binatang yang diharamkanpun bisa menjadi halal manakala dalam kondisi terpaksa,tetapi hanya sebtas keperluanya saja.hal itu sesuai firman allah dalam surah al baqarah ayat 173 yang berbunyi :

“barang siapa dalam keadaan terpaksa(memakanya)sedang dia tidak menginginkanya dan tidak(pula) melampaui batas maka tidak ada dosa baginya sesungguhnya allah maha pengampun lagi maha penyayang”

  1. A. Menjelaskan jenis-jenis hewan yang halal dan haram dimakan

1.  Binatang yang dihalalkan

Setiap zat adalah halal,kecuali jika ada larangan dari agama atau ada sesuatu yang mendatangkan madharat.demikian pula segala binatang pada dasarnya halal,kecuali ada larangan terhadap bintang tertentu yang di haramkan karena adanya pengecualian.sesuai sabda rasul;ullah yang berbunyi :

“yang halal adalah apa-apa yang di bolehkan allah dalam kitab-nya.dan yang haram adalah apa-apa yang di larang allah dalam kitab-nya,dan apa yang tidak di terangkannya maka itu yang termasduk yang d maafkan sebagainkemudahan bagimu” (h.r ibnu majah dan at-tirmizi)

Secra garis besar binatang yang halal dimakan dagingnya ada dua macam yaitu binatang yang hidup di drat dan hidup di air,kecuali bintang-binatang yang sudah jelas di haramkan oleh syara’ (hukum islam).

a.   Binatang darat

binatang darat yang halal untuk dimakan banyak macamnya ,misalnya sapi,unta,kerbau,kuda,ayam,bebek,kelinci dan seagainya.karena bintang tersebut termasuk binatang ternak yang di halalkan,tidak menjijikan,tidak kotor dan tidak membahayakan bagi orang yang memakanya .

b.  Binatang air (laut)

semua binatang yang hidupnya di air adalah halal,baik yang berupa ikan maupun bukan, yang mati karena penyebab tertentu maupun yang mati sendiri.untuk binatang yang menyerupai binatang haram seperti  anjing laut,babi laut sebagian ulama mengharamkanya .allah bberfirman dalam surat al-ma-idah ayat 96 yang bebunyi :

“dihalalkan bagimu bintang laut (sungai,danau,kolam dan sebagainya)dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu.dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan;dan diharamkan atasmu (menangkap) binatang buruan darat,selama kamu dalam ihram.dan bertakwalah kepada allah yang kepada-nyalah kamu akn di kumpulkan.

2.  Binatang yang diharamkan

Selain binatang yang halal ada juga bintang yang haram untuk di makan.adapun jenis-jenis yang di haramkan sebagai berikut.

a.  di haramkan karena nas (sesuai al-qur’an dan hadis),contohnya : keledai,babi, anjing,binatang buas yang bertaring dan berkuku tajam.

Di dalam hadis yang lain .rasulullah saw .juga menjelaskan tentang binatang yang bertaring ,buas, dan berkuku tajam hadis tersebut berbunyi :

“dari ibnu abbas r.a. berkata rasulullah saw ,telah melarang memakan bintang bertaring dari jenis bintang buas dan setiap jenis burung yang mempunyai kuku untuk mencengkeramnya” (h.r. muslim)

b.  haram karena kita diperintahkan untuk membunuhnya

yaitu ular,burung gagak,tikus,anjing buas dan burung elang.hal ini sesuai sabda rasulullah saw yang berbunyi :

“lima macam binatang yang jahat hendaklah di bunuh, baik di tanh halal maupun di tanah hara,yaitu ular,burung gagak,tikus,anjing buas dan burung elang” (h.r. muslim)

C.  di haramkan karena di larang untuk membunuhnya

yaitu  semut,lebah,burung hud-hud,dan burung hantu.hal ini di jelaskan dalam hadis yang berbunyi :

“dari ibnu abbas r.a. nabi muhammad saw.telah melarang membunuh empat macam binatang yaitu semut,lebah,burung hud-hud dan burung hantu (sardi) (h.r ahmad dan lainya)

D .  di haramkan karena menjijikan atau kotor.

Sebagian para ulama menyebutnya hasyarat,yaitu binatang bumi yang kecil-kecil dan kotor , misalnya ulat,kutu anjing,cacing,lalat,laba-laba,nyamuk,kumbang,belatung dan sejenisnya. Allah menjelaskan di dalm surah al-araf ayat 157yang bebunyi : “dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk”

Untuk binatang yang hidup di dua alam kebanyakan para ulama mengharamkanya seperti buaya,kodok,keong,kura-kura,bekicot dan lain-lain.

Selain bintrang di atas ad beberapa mcam makanan yang berasal dari bintang dan haram untuk di konsumsi sesuai dengan  firman allah dalam surah al ma-idah ayat 3 yang berbunyi : “telah diharamkan atas kamu bangkai,darah,dging babi,binatang yang di sembelih bukan karena allah,yang (mati)karena di cekik,di pukul karena jatuh dari atas,karena di tanduk,karena di makn oleh binatang buas kecuali yang dapat kamu sembelih dan yang di sembelih untuk berhala.

dari ayat dia atas dapat disimpulkan bahwa binatang yang haram,antara lain berikut.

  1. Bangkai yaitu binatang yang bmati bukan karena di sembelih atau di buru oleh manusia.
  2. Darah.
  3. Daging babi.
  4. Hewan yang di sembelih tanpa menyebut nama allah.
  5. Hewan yang mati karena di tanduk.
  6. Hewan yang mati karena jatuh dari atas
  7. Hewan yang mati karena di pukul.
  8. Hewan yang mati karena tercekik.
  9. Hewan yang di sembelih untuk berhala.
  10. Hewan yang mati karena di terkam binatang buas.

3.  Penyembelihan binatang

Penyembelihan binatang ada dua macam, yaitu penyembelihan secara tradisional dan mekanik. Penyembelihan secara tradisional biasanya dilakukan dengan menggunakan alat sederhana seperti pisau atau parang. Jika penyembelihan secara mekanik dilakukan dengan mesin atau alat pemotong yang tajam dan telah memenuhi syarat dan rukun penyembelihan maka halal untuk dimakan. Sabda rasulullah sa.yang berbunyi : “sesuatu yang mengalirkan darah dan yang di sembelih menyebut nama Allah makanlah olehmu, terkecuali gigi dan kuku (sebagai alat penyembelihnya) (H.R bukhari muslim)

Agar binatang yang di sembelih halal untuk dimakan, maka perlu memperhatikan syarat-syarat dan rukun-rukunya yang baik.

Rukun penyembelihan binatang

  1. Ada orang yang menyembelih.
  2. Ada binatang yang di sembelih.
  3. Ada alat untuk menyembelih.
  4. Menyebut asma allah sebelum menyembelih.

Syarat penyembelihan binatang

  1. Penyembelihan harus orang muslim.
  2. Binatang yang di sembelih di syaratkan

1)       di sembelih di lehernya hingga putus urat lehernya.

2)       Hewan yang di sembelih masih hidup dan halal dimakan

3. Alat untuk menyembelih harus tajam

4.  Manfaat binatang yang halal

Allah berfirman di dalam surah al-baqarah 172 untuk memakan makanan yang halal. Ayat tersebut berbunyi : “hai orang-orang beriman , makanlah di antara rezki yang baik-baik yang kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada allah, jika benar-benar kepada-nya kamu menyembah.”

Manfaat mkan bibatang yang halal antara lain menyehatkan badan dan terpenuhinya kebutuhanzat gizi,meningkatkan kesucian jiwa ,terhindar dari penyakit dan mendorong untuk bersyukur kepada Allah Swt.

5.  Mudharat (bahaya) binatang yang Diharamkan

Mudharat binatang yang di haramkan,antara lain menjauhkan diri dari rahmat allah, tertolak doanya,mendorong untuk melakukan perbuatan negatif,dapat menyebabkan terjangkitnya penyakit, dan dilarang menggunakan obat dari hewan yang haram . sesuai sabda rasulullah yang berbunyi : “sesungguhnya Allah telah menurunkan penyakit dan obatnya,dia menjadikan setiap penyakit ada obatnya ,maka berobatlah kamu,tetapi jangan berobat dengan sesuatu yang diharamkan (H.R Abu Daud)”

B . Menghindari makanan yang bersumber dari bintang yang dinharamkan

Makanan dapat mempengaruhi pola pikir seseorang,apabila presentase yang di makan itu halal maka akan muncul kreativitas dan pikiran-pikiranyang positif.akn tetapi sebaliknya apabila presentasi yang di konsumsi lebih banyak makanan yang haram tentu akan menimbulkan pikiran-pikiran dan perilaku yang negatif.

Makanan yang bersumber dari bintang yang di haramkan akn memiliki banyak mudarat bagi manusia contohnya daging babi,terdapat cacing pita yang berbahaya,mengandung lemak yang cukup tinggi, darahnya banyak mengandung kuman dan racun yang dapat merusak kesehatan dan membahayakan kehidupan

Supaya terhindar dari makanan dan minuman yang haram, perlu langklah-langkah untuk mengantisipasinya ,antara lain berikut

  1. Selektif terhadap makanan yang akan di konsumsi.
  2. Waspada terhadap makanan yang bersumber dari binatang
  3. Mencari informasi tentang makanan yang bersumber dari bintang yang diharamkan baik dari surat kabar,buku ataupun internet.
About these ads

2 Komentar

Filed under fiqih

2 responses to “Memahami hukum Islam ‎tentang hewan sebagai ‎sumber bahan makanan.

  1. zzz

    thx saya ada tugas nih jadi tinggal kopas haha..

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s